WeChat - Image from internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Amerika Serikat (AS), Bolong.id - Pengguna WeChat (微信) di AS marah akibat penandatanganan perintah Presiden AS, Donald Trump yang melarang aplikasi ini. Mereka mengatakan, Trump lebih menempatkan kepentingan politik di atas kepentingan masyarakat.
Dilansir dari Global Times, pelarangan WeChat, yang ditonton satu miliar pengguna, dipandang sebagai penghinaan Amerika terhadap Tiongkok. Hal ini membuat orang keturunan Tiongkok di AS mempertimbangkan keputusan untuk meninggalkan AS.
Banyak orang Tiongkok pengguna WeChat di Amerika sekarang mentransfer daftar kontak mereka ke QQ (腾讯QQ), LINE dan aplikasi serupa untuk menghindari kehilangan kontak, jika WeChat benar-benar ditutup nantinya.
Bagi banyak orang Tiongkok di AS, WeChat (微信) adalah alat utama mereka untuk tetap berhubungan dekat dengan keluarga dan teman mereka di Tiongkok. Larangan WeChat (微信) di Amerika membuat mereka merasa tidak diterima di AS.
"Saya khawatir larangan WeChat (微信) Trump akan menyebabkan saya tidak nyaman ketika saya mencoba menghubungi orang tua saya di Tiongkok. Saya melakukan komunikasi dengan mereka setiap hari melalui WeChat (微信)," seorang wanita Tiongkok berusia 28 tahun yang telah belajar dan bekerja di Los Angeles selama enam tahun, kepada Global Times, Senin (10/8/2020).
Wanita itu mengatakan, banyak temannya mentransfer informasi kontak mereka untuk melakukan obrolan video melalui Skype atau menggunakan VPN yang memungkinkan mereka untuk terus mengakses WeChat (微信).
Di luar pelarangan WeChat (微信), wanita di LA itu mengaku kecewa dengan pemerintahan Trump yang selalu mengambil tindakan melawan imigrasi untuk mendapatkan pengaruh politik.
Orang tua orang-orang di Tiongkok juga khawatir dengan larangan WeChat (微信) karena WeChat (微信) adalah satu-satunya cara bagi mereka untuk menghubungi anak-anak mereka di AS. (*)
Advertisement