Lama Baca 3 Menit

Kerjasama Tiongkok-UE bangun Komunitas Kesehatan Global

22 July 2020, 08:45 WIB



Kerjasama Tiongkok-UE bangun Komunitas Kesehatan Global-Image-1

Ilustrasi Gambar - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

London, Bolong.id - Dilansir dari Xinhua, Duta Besar Tiongkok untuk Inggris Liu Xiaoming (刘晓明) mengatakan, Tiongkok dan Uni Eropa (UE) dapat bekerjasama untuk membantu memperkuat pertahanan global terhadap ancaman terhadap kesehatan masyarakat, seperti pandemi COVID-19, dan berkontribusi untuk membangun komunitas kesehatan global untuk semua.

Duta Besar Tiongkok memberikan pidato utama awal pekan ini di sebuah webinar dengan dua lembaga think tank Inggris - Forum Moneter dan Lembaga Keuangan Resmi (OMFIF) dan Pusat Reformasi Eropa (CER) - tentang hubungan Tiongkok-Eropa setelah pandemi.

Selama pidatonya, ia mengatakan bahwa Tiongkok dan UE harus terus berbagi pengalaman dalam penanggulangan pandemi, meningkatkan kerjasama dalam penelitian dan penemuan vaksin dan obat-obatan. 

Kemudian dapat pula memperkuat dukungan ke daerah-daerah dengan sistem kesehatan masyarakat yang lemah, dan secara aktif mengeksplorasi kerja sama tiga pihak antara Tiongkok, UE, dan Afrika tentang respons pandemi.

"COVID-19 mengingatkan dunia bahwa masa depan umat manusia milik bersama," kata Liu, "kambing hitam dan kelalaian tidak akan membantu memecahkan masalah atau menyelamatkan hidup."

"Solidaritas dan kerja sama adalah satu-satunya jalan maju dalam memerangi virus ini," katanya.

Kerjasama Tiongkok-UE sangat penting karena "Tiongkok dan Eropa adalah pemain global utama, pasar besar dan peradaban besar," katanya.

Tiongkok dan UE dapat bergandengan tangan untuk berkontribusi pada respons global terhadap pandemi COVID-19, terhadap pemulihan ekonomi dunia, meningkatkan tata kelola global dan membalikkan defisit di bidang kesehatan, pembangunan, perdamaian, dan tata kelola dunia, yang katanya telah terungkap oleh pandemi paling serius dalam satu abad.

"Ketika COVID-19 terus membinasakan dunia, lanskap internasional dan sistem tata kelola global menghadapi perubahan besar," katanya, "Tiongkok sangat mementingkan kerja sama dengan komunitas internasional, termasuk Eropa, dalam memerangi pandemi."

Sekitar 100 orang mengambil bagian dalam webinar dengan dua lembaga think tank, termasuk perwakilan dari sektor ekonomi, keuangan dan akademik di Inggris, Eropa, Amerika Utara, Australia dan Amerika Selatan, dan jurnalis dari 14 media. (*)