Zhang Ming, delegasi Tiongkok untuk Uni Eropa - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Untuk menanggapi inisiatif WHO dalam meningkatkan diagnosis serta penelitian dan pengembangan vaksin COVID-19, Uni Eropa dan negara-negara terkait, bersama-sama meluncurkan Konferensi Sumpah Internasional dalam Respon Terhadap COVID-19 (国家共同发起了应对新冠肺炎疫情国际认捐大会).
Pada tanggal 4 April 2020, Zhang Ming ( 张明), kepala delegasi Tiongkok untuk Uni Eropa ( 中国驻欧盟使团团长), menghadiri konferensi video tersebut sebagai perwakilan dari pemerintah Tiongkok dan menyampaikan pidatonya. Tiongkok mengatakan bahwa tidak ada negara yang sempurna dalam menghadapi pandemi ini, karena semua negara di dunia mengalami nasib yang sama.
COVID-19 telah menyatukan semua bangsa di dunia untuk saling membantu dan menghadapi masa-masa sulit seperti ini. Zhang Ming ( 张明) mengatakan bahwa pada KTT Khusus Pemimpin G20 yang membahas COVID-19 ( 二十国集团领导人应对新冠肺炎特别峰会), Presiden Xi Jinping ( 习近平主席) meminta agar masyarakat internasional saling memperkuat kepercayaannya masing-masing, bersatu dalam menanggapi situasi, dan secara komprehensif memperkuat kerja sama internasional. Pemerintah Tiongkok juga telah menyiapkan dana khusus untuk kerjasama melawan pandemi, serta telah memberikan bantuan materi anti-pandemi yang sangat dibutuhkan kepada lebih dari 150 negara dan organisasi internasional.
Dalam menanggapi situasi pandemi ini, Tiongkok telah meningkatkan investasinya dalam penelitian ilmiah, berbagi pengalaman pencegahan dan pengendalian pandemi, serta membuat program diagnosa dan perawatan dengan masyarakat internasional, membuka pusat pengetahuan online tentang pencegahan dan pengendalian pandemi yang terbuka bebas bagi semua negara, mengadakan lebih dari 120 pertemuan konferensi video dengan lebih dari 160 negara dan organisasi internasional, serta mengirimkan 19 kelompok ahli medis ke 17 negara di dunia.
Tiongkok menekankan bahwa, dalam perang melawan pandemi ini, kepercayaan diri dan solidaritas lebih penting daripada emas sekalipun. Dalam proses melawan pandemi ini, yang mengerikan itu bukanlah virusnya, melainkan reaksi kita yang panik dan sikap kita yang suka saling menuduh satu sama lain. Selama komunitas internasional bekerja bersama untuk mengatasi kesulitan, kita pasti akan dapat mencapai kemenangan dalam perang internasional melawan COVID-19.
Advertisement