Home     news     china
Lama Baca 4 Menit

China Awasi Sekolah Playgroup dan TK

17 December 2021, 08:24 WIB

China Awasi Sekolah Playgroup dan TK-Image-1

Upaya Besar Untuk Mengendalikan Perilaku Taman Kanak-kanak yang Tidak Teratur - Image from bjnews.com.cn

Beijing, Bolong.id - Pemerintah Tiongkok kini serius mengawasi sekolah playgroup dan TK melanggar etika. Antara lain, guru melakukan pelecehan seks terhadap murid, atau hukuman fisik terhadap murid.

Dilansir dari chinanews.com pada Jumat (17/12/2021), Taman kanak-kanak yang melakukan perilaku tersebut akan ditolak dengan satu suara dalam inspeksi tahunan, dan sekolah akan dianggap tidak memenuhi syarat untuk diperbaiki dalam batas waktu, dan fakultas, manajer, dan penyelenggara yang terlibat akan diadili.

Begitu berita itu keluar, opini publik bertepuk tangan. Dalam beberapa tahun terakhir, masalah seperti pelecehan anak dan hukuman fisik telah terjadi dari waktu ke waktu, beberapa insiden buruk meluas nasional. 

Ada juga beberapa kesulitan sebelum terjadinya kekerasan terhadap anak, seperti kesulitan dalam penemuan, kesulitan dalam memperoleh bukti, dan kesulitan dalam pertanggungjawaban. 

Karakteristik mental dari kemampuan ekspresif anak-anak yang terbatas membuat sulit untuk menemukan dan mengumpulkan bukti, namun seringkali ada ambiguitas dalam masalah imputasi.

Banyak taman kanak-kanak mengalihkan tanggung jawab kepada guru, yang mengakibatkan tingkat akuntabilitas dan hukuman yang terbatas.

Dilihat dari kasus-kasus masa lalu, kesalahan kekerasan terhadap anak seringkali berakhir pada guru dan kepala sekolah itu sendiri. 

Kelalaian tugas memang perlu dihukum, tetapi tanggung jawab seperti apa yang harus dipikul TK seringkali tidak jelas dalam penanganan insiden terkait. Jelas, taman kanak-kanak memiliki tanggung jawab yang sesuai untuk perekrutan, pelatihan, dan manajemen guru. 

Jika taman kanak-kanak absen untuk waktu yang lama ketika mengejar tanggung jawab, mereka pasti tidak akan memiliki motivasi untuk mengisi celah, seperti memperkuat gerbang rekrutmen dan meningkatkan fasilitas pemantauan.

Saat ini, inspeksi tahunan dan veto satu suara TK dengan perilaku kekerasan terhadap anak merupakan terobosan perubahan: terjadinya pelecehan anak di taman kanak-kanak tidak hanya menghukum guru dan kepala sekolah yang terlibat, tetapi juga melibatkan kualifikasi TK untuk menjalankan sekolah, yang dapat digambarkan sebagai serangan langsung terhadap penyalahgunaan taman kanak-kanak. 

Dalam analisis terakhir, "vote satu suara untuk inspeksi tahunan TK tentang pelecehan anak" berarti bahwa tidak peduli seberapa lengkap berbagai fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak, begitu ada masalah dengan aturan garis bawah pelecehan anak, semua upaya dari TK mungkin sia-sia.  Berfokus pada pencegahan kekerasan terhadap anak tentunya akan menempati posisi yang lebih penting dalam pengelolaan harian taman kanak-kanak.

Pada saat yang sama, kita juga harus mempertimbangkan situasi yang mungkin, justru karena tanggung jawab TK lebih berat, ada motivasi yang lebih kuat untuk menghindari akuntabilitas. Dilihat dari masa lalu, ada banyak situasi pertengkaran, seperti titik buta dalam pemantauan TK, atau pemantauan yang tidak memungkinkan orang tua untuk melihatnya. 

Orang tua murid dan pihak sekolah telah berulang kali memperdebatkan masalah ini. 

Selain itu, departemen lokal terkait juga harus meningkatkan pengawasan. Sehingga orang tua menerima saluran pengaduan.