Legenda China: Menyamar Menjadi Rusa Demi Mendapatkan Susu Untuk Ibunya - Image from jueshifan.com
Beijing, Bolong.id - Legenda bagian dari akar budaya. Melalui legenda, yang diceritakan dari mulut ke mulut, secara turun-temurun, terbentuknya budaya. Di salah satu budaya Tiongkok, ada Tanzi (郯子) raja dari negara kecil Tan di Dinasti Zhou Timur (1066 - 221 SM).
Dilansir dari qulishi.com, kisah bakti Tanzi (郯子) sangat terkenal di Tiongkok. Tanzi (郯子) gelisah, karena kedua orang tua (Ortu) sudah tua dan keduanya menderita penyakit mata parah.
Dia mendengar dokter (tabib) mengatakan, bahwa cara terbaik untuk menyembuhkan penyakit ini adalah dengan minum susu rusa.
Namun, susu rusa tidak dijual di pasar. Seumpama Tanzi mencari rusa ke pegunungan, belum tentu bisa dapat susunya. Rusa mestinya bakal lari didekati manusia. Apalagi seandainya sampai diperah. Bakal lebih sulit lagi.
Tanzi punya cara. Dia menyamar jadi rusa. Dia mengenakan pakaian kulit rusa. Juga memasang tanduk di kepalanya. Lalu dia melompat ke kanan dan ke kiri di tanah.
Tanzi (郯子) meniru cara rusa berjalan, meniru panggilan rusa, menyusup ke kawasan rusa. Dikisahkan, akhirnya dia berhasil mengambil susu rusa untuk mengobati kedua orang tuanya.
Suatu hari, Tanzi (郯子) yang berada di antara rusa, tiba-tiba melihat di kejauhan, ada manusia mengarahkan panah ke arahnya.
Seketika, Tanzi berdiri dan berteriak pada sang pemanah: "Jangan tembak! Jangan tembak! Aku manusia! Aku di sini untuk mengambil susu rusa dan kembali untuk berbakti kepada orang tuaku."
Pemburu membatalkan tembakan. Ia berjalan maju, melihat lebih dekat ke arah Tanzi. Dan, benar bahwa itu manusia. Mereka lalu saling sapa.
Pemburu itu sangat tersentuh, mengetahui bahwa tujuan Tanzi (郯子) untuk mengambil susu rusa, jadi dia membantunya memeras susu rusa dan mengantarnya keluar dari gunung.
Sejak saat itu, kisah berbakti memeras susu rusa si Tanzi (郯子) juga menjadi legenda selama berabad-abad, yang diturunkan hingga sekarang ini. (*)
Advertisement