Ilustrasi sampel bulan - Image from Xinhua
Beijing, Bolong.id - Dalam studi sampel tanah bulan, Chang'e 5 ditemukan bahwa pelapukan permukaan bulan disebabkan oleh efek gabungan. Yakni, mikrometeorit, angin matahari, dan sinar kosmik.
Dilansir dari Xinhua pada Jumat (15/4), penelitian yang dilakukan para ilmuwan Tiongkok ini mengalisis mekanisme pelapukan antariksa dari berbagai mineral di permukaan bulan. Itu sangat penting untuk memahami evolusi material di permukaan bulan.
Penelitian ini digarap oleh Gu Lixin, seorang insinyur senior di Laboratorium Mikroskop Elektron Institut Geologi dan Geofisika, Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, dan kolaboratornya. Hasil terkait yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal akademik internasional Geophysical Research Letters.
"Selama miliaran tahun, permukaan bulan telah mengalami pelapukan ruang angkasa yang intens, dan proses ini telah banyak mengubah morfologi mikroskopis, struktur kristal, dan komposisi kimia bahan di permukaan bulan. Studi mendalam tentang proses dan mekanisme pelapukan ruang angkasa adalah memahami permukaan bulan. Kunci dari proses evolusi material dan perubahan lingkungan luar angkasa," kata Gu Lixin.
Namun, karena ukuran kecil dan struktur mikro yang kompleks dari partikel tanah bulan, sulit untuk membedakan perbedaan karakteristik antara dampak mikrometeorit dan penyinaran angin matahari, yang mengakibatkan kurangnya pemahaman yang jelas tentang mekanisme pelapukan ruang angkasa.
Dalam hal ini, para peneliti menggunakan serangkaian metode analitik yang dikembangkan di Laboratorium Mikroskop Elektron untuk mendapatkan respons mikrostruktur yang berbeda dari bahan multifase pada permukaan partikel tunggal sampel bulan Chang'e-5 di bawah lingkungan ruang angkasa yang sama.
"Menggabungkan dengan analisis morfologi permukaan dan struktur internal bahan multifase berbutir tunggal, dapat dilihat bahwa pelapukan ruang dari tanah bulan disebabkan oleh efek gabungan dari dampak mikrometeorit, angin matahari dan iradiasi sinar kosmik, dan pengaruhnya dapat dibedakan dengan morfologi halus dan karakterisasi struktural," kata Gu Lixin.
Selain itu, karena lokasi pengambilan sampel Apollo dan Lunar rover terletak di lintang rendah bulan, sedangkan lokasi pengambilan sampel Chang'e-5 terletak di lintang tengah, studi ini memberikan perspektif unik untuk studi tentang pelapukan ruang angkasa pada garis lintang yang berbeda dari bulan. (*)
Advertisement