Ilustrasi Robot China - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami
Bolong.id - Teknologi kecerdasan buatan (AI) yang digunakan pada acara Olimpiade Beijing 2022 banyak menujukkan kemajuan Tiongkok di bidang teknologi. Siapa sangka ini menjadi ancaman untuk AS dan berdampak pada ketegangan geopolitik AS-Tiongkok saat ini.
Mulai dari mobil tanpa pengemudi hingga kereta berkecepatan tinggi yang ditenagai oleh teknologi 5G, beberapa teknologi canggih Tiongkok yang menarik perhatian.
Faktanya, melalui penerapan yuan digital yang sudah digunakan oleh 140 juta orang, ini membuat semuanya makin terlihat bahwa Tiongkok telah dengan baik mengadaptasi teknologi AI, tetapi AS masih ragu-ragu di bidang ini.
Dilansir dari 环球时报新媒体 pada Selasa (15/3/2022), seperti yang disoroti oleh Olimpiade Musim Dingin Beijing baru-baru ini, Tiongkok fokus pada pengembangan teknologi AI.
Baik itu robot koki yang bisa membuat burger atau tempat tidur pintar yang mengukur metrik tubuh utama atlet di Olimpiade Beijing 2022. Beberapa teknologi itu menujukkan bagaimana Tiongkok dengan cepat maju di depan AS untuk menyebarkan dan menggunakan teknologi AI.
Telihat dari salah satu kasus di musim gugur lalu pada kepala perusahaan perangkat lunak Pentagon, Nicholas Chaillan, yang mengumumkan pengunduran dirinya sebagai protes atas lambatnya transformasi teknologi AS.
"Kami tidak memiliki peluang untuk bersaing dengan Tiongkok dalam 15 hingga 20 tahun ke depan," katanya.
Dalam pandangan Chaillan, Washington tidak akan mampu menandingi kecakapan siber dan AI Tiongkok. Banyak ahli juga berpendapat demikian.
Direktur Pusat Sains dan Urusan Internasional Belfer Harvard, Graham Allison, baru-baru ini mencatat bahwa banyak pejabat AS terlalu berpuas diri tentang teknologi Dunia Barat-nya.
Barat telah membuat banyak alasan atas ketertinggalannya dalam urusan AI, terutama tentang bagaimana Tiongkok tidak memiliki standar etika dan masalah privasi yang sama seperti Eropa dan AS.
Namun kenyataannya, AI akan semakin menjadi kunci kekuatan nasional Tiongkok. Terus terang, AS perlu menjadi lebih serius akan AI jika ingin mengimbangi Tiongkok.
Kenyataannya, itu belum terjadi sampai sekarang, bahkan perusahaan AI milik AS sekarang malah mencari bisnis di luar negeri, seperti Remark Holdings yang terdaftar di Nasdaq, di mana sebagian besar pendapatannya berasal dari Tiongkok.
Alasannya sederhana, Tiongkok sangat mementingkan AI, sedangkan AS tidak. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement