Pembangkit listrik tenaga hibrida - Image from suryautamaputra.com
Mongolia, Bolong.id- Konstruksi telah dimulai pada proyek pembangkit listrik tenaga hibrida angin-surya-baterai di kota Tongliao, Daerah Otonomi Mongolia Dalam Tiongkok utara.
Dengan investasi sebesar 13,75 miliar yuan (sekitar 29,3 triliun rupiah), sistem tenaga hibrida dirancang untuk memiliki kapasitas pembangkit tenaga angin sebesar 1,7 juta kilowatt, kapasitas tenaga surya terpasang 300.000 kilowatt, dan bank daya dengan kapasitas penyimpanan 320.000 kilowatt.
Menurut pemerintah kota Tongliao, sistem tenaga hibrida dapat beralih ke energi terbarukan saat angin dan sinar matahari kuat sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik.
Dilansir dari Xinhuanet pada Rabu (11/11/2020), pembangunan tahap pertama pembangkit listrik tenaga angin dengan kapasitas terpasang 900.000 kilowatt diharapkan selesai pada tahun 2021. Setelah komisioning, pembangkit itu akan menghasilkan 3 miliar kWh listrik setiap tahun.
Terletak di bagian timur Mongolia Dalam, Tongliao kaya akan sumber daya mineral dan mengandalkan tenaga panas. Dalam tiga kuartal pertama tahun ini, total konsumsi listrik kota mencapai 37,65 miliar kWh, naik 3,9 persen dibandingkan tahun lalu.
Proyek tenaga hibrida bertujuan untuk mendorong konsumsi lokal energi bersih dan mengoordinasikan pengembangan terpadu proyek energi terbarukan dan pembangkit listrik tenaga panas yang ada. (*)
Advertisement