Perumahan di Tiongkok - Image from Reuters/Sheng Li
Bolong.id – Feng shui berasal dari pilihan dan penilaian orang-orang Tiongkok kuno tentang lingkungan hidup mereka. Ini adalah pemahaman ilmiah sederhana tentang pilihan tempat tinggal dan tempat tinggal yang rasional, mencapai keharmonisan antara manusia dan alam, dan mencari keuntungan dan menghindari kerugian.
Pada saat itu, orang telah menyadari pengaruh medan magnet bumi, geologi, geografi, hidrologi dan lingkungan meteorologi pada tempat tinggal dan kehidupan mereka. Contohnya, sebagian besar rumah di Tiongkok menghadap ke selatan dari utara, mengapa demikian?
Dilansir dari chinawenhua.com.cn, hal ini terutama karena Tiongkok terletak di belahan bumi utara. Matahari terbit dari timur dan terbenam dari barat. Di musim dingin, sudut ketinggian matahari kecil. Pintu dan jendela yang menghadap ke selatan dapat membiarkan lebih banyak sinar matahari masuk dan meningkatkan suhu dalam ruangan. Di musim panas, sudut ketinggian matahari meningkat, dan sinar matahari dari pintu dan jendela rumah yang menghadap ke selatan lebih sedikit dan waktunya singkat, sehingga kondusif untuk menjaga rumah tetap sejuk di musim panas.
Selain itu, Tiongkok kita terletak di wilayah monsun Asia Timur, di mana angin selatan bertiup di musim panas, dan sirkulasi udara bisa menjadi dingin. Di musim dingin, angina musim dingin bertiup dan duduk di utara menghalangi angin utara yang dingin. Oleh karena itu, rumah menghadap ke selatan adalah pilihan terbaik untuk perumahan di sebagian besar wilayah Tiongkok, yang juga merupakan penerapan penting feng shui oleh orang dahulu.
Belakangan, karena keterbatasan pemahaman akan feng shui, beberapa fenomena dalam feng shui dikaburkan, bahkan dikaitkan dengan karier orang, kaya dan miskin, dan takhayul. Teori feng shui modern harus merupakan sintesis dari berbagai disiplin ilmu seperti geofisika, hidrogeologi, kosmologi, meteorologi, lanskap lingkungan, arsitektur, ekologi, dan bahkan informatika kehidupan manusia.
Singkatnya, feng shui yang sebenarnya bukanlah sebuah misteri, namun penerapan keselarasan hidup manusia dengan lingkungan. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement