Lama Baca 2 Menit

Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha Gelar Sertifikasi Pelatih Pratama & Madya INKANAS DKI Jakarta

05 April 2021, 08:19 WIB

Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha Gelar Sertifikasi Pelatih Pratama & Madya INKANAS DKI Jakarta-Image-1

Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha & Peserta Karate - Image from MSF

Jakarta, Bolong.id - Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha bersama pengurus Institut Karate Do-Nasional (INKANAS) DKI Jakarta menggelar sertifikasi pelatih Pratama dan Madya INKANAS DKI Jakarta. Sertifikasi dibuka langsung oleh Danyonif Mekanis 201/Jaya Yudha Letkol. Inf. Wikrama W. bersama pengurus INKANAS DKI Jakarta, pada Sabtu (3/4) di Gor Wira Yudha Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha, Jakarta Timur.

Kegiatan sertifikasi ini digelar untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pelatih karate, sehingga dapat memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk melatih secara profesional. Selain itu, sekaligus menguji kemampuan anggota Majelis Sabuk Hitam (MSH) INKANAS DKI Jakarta.

Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha Gelar Sertifikasi Pelatih Pratama & Madya INKANAS DKI Jakarta-Image-2

Peserta Karate - Image from MSF

"Dalam dunia olahraga fungsi seorang pelatih sangat erat hubungannya dengan prestasi yang dapat diukur oleh seorang atlet, seorang pelatih dituntut dapat untuk dapat menjalani profesinya dan mentransfer pengetahuan bela dirinya kepada peserta didik," ujar Danyonif Mekanis 201/Jaya Yudha Letkol Inf. Wikrama W saat membuka sertifikasi. 

Kepada 183 peserta sertifikasi yang hadir, Letkol Inf. Wikrama juga menekankan pentingnya transfer ilmu baik teknik maupun non teknik. Ia menegaskan pentingnya tanggung jawab bagi seluruh peserta. 

Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha Gelar Sertifikasi Pelatih Pratama & Madya INKANAS DKI Jakarta-Image-3

YONIF MEKANIS 201/JAYA YUDHA & Institut Karate Do-Nasional - Image from MSF

"Couch atau pelatih adalah gelar yang memancarkan rasa hormat, respek, dan tanggung jawab. Sekali pelatih, selamanya tetap pelatih bagi atlet, rekan, dan masyarakat" tambahnya. 

183 peserta sertifikasi yang hadir terdiri dari 149 orang peserta tingkat pratama dan 29 peserta tingkat madya. Seluruhnya harus menjalankan protokol kesehatan seperti wajib melaksanakan swab, menggunakan masker dan menjaga jarak selama kegiatan berlangsung.

Sumber: MSF