Lama Baca 3 Menit

Nama-Nama Korban Meninggal Dampak Erupsi Gunung Semeru

07 December 2021, 06:52 WIB

Nama-Nama Korban Meninggal Dampak Erupsi Gunung Semeru-Image-1

Korban dampak erupsi Gunung Semeru - Image from berbagai sumber. Segala keluhan terkait hak cipta silahkan hubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terdapat 14 korban meninggal akibat erupsi Gunung Semeru. Data itu dihimpun pada Minggu 5 Desember 2021, pukul 17.30 WIB.

"BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lumajang terkait pemutakhiran data dampak erupsi," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB Abdul Muhari dalam Konferensi Pers: Perkembangan Hari Kedua Pasca Erupsi Gunung Semeru di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (5/12/2021).

Dia menambahkan, dari 14 orang meninggal dunia, sebagian besarnya sudah terindentifikasi. Korban berasal dari dua kecamatan, yaitu Pronojiwo dan Candipuro.

"Korban meninggal dunia teridentifikasi di dua kecamatan, yaitu 11 orang meninggal dunia di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 3 orang meninggal dunia di Kecamatan Candipuro," jelasnya.

Korban meninggal dari Kecamatan Pronojiwo berjumlah 6 orang. Mereka adalah Poniyem (50 tahun), Bawon Triono (33 tahun), Yatifa, Luluk, Edy, dan Edy Pranowo. Sedangkan di Kecamatan Candipuro ada 5 orang, yaitu Dafa (14 tahun), Siti (40 tahun), dan 3 korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Selain itu, terdapat satu korban meninggal atas nama Besut (50 tahun) di Desa Sumberwuluh. Adapun Abdul Muhari menyebutkan bahwa korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Di lain sisi, disebutkan pula perkembangan data penanganan korban luka berat. Terdapat 35 orang yang mengalami luka berat yang dirawat di beberapa rumah sakit. Disebutkan 8 orang dirawat di Rumah Sakit dr. Haryoto, 16 orang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian, 3 orang di Rumah Sakit Bhayangkara, dan 8 orang di Puskesmas Penanggal.

"Untuk korban luka lainnya sejumlah 21 orang. Sehingga total keseluruhan korban luka sebanyak 56 orang," ujar dia.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang juga melaporkan sebanyak 5.205 jiwa terdampak kejadian sebaran awan panas guguran yang terjadi pada Sabtu (4/12) lalu.

Sampai saat ini BPBD setempat masih melakukan pendataan terkait jumlah korban terdampak. Selain itu, jumlah orang yang mengungsi sudah mencapai 1.300 jiwa.