Lama Baca 3 Menit

China Kini Punya Kata Ganti Netral Gender

01 July 2021, 16:25 WIB

China Kini Punya Kata Ganti Netral Gender-Image-1

Apa kata ganti netral gender yang digunakan di Tiongkok? - Image from iStock

Beijing, Bolong.id - Kosakata Bahasa Mandarin tidak menggunakan penanda gender. Dulu, kata ganti orang ketiga digunakan untuk segala jenis kelamin, seperti dalam kata 其 qí, 之 zhī atau lebih modern, 他 tā.

Memasuki abad ke-20, kata ganti tersebut berubah. Ketika Gerakan Budaya Baru terjadi di Tiongkok pada tahun 1910-an dan 1920-an, para sarjana mengalami kesulitan untuk menerjemahkan kata she/her dalam karya sastra Barat ke bahasa Mandarin. 

Dengan demikian, kata tā 她 pun diciptakan dengan karakter radikal perempuan. 

Kata baru ini pada awalnya memicu sedikit reaksi negatif, tetapi, secara bertahap kata ini pun diterima secara luas sebagai bagian dari bahasa Mandarin tertulis yang standar.

Karena orang-orang di dunia telah banyak yang menggunakan kata ganti yang netral gender, seperti “they/them” atau “ze/zir” kata baru yang diciptakan oleh komunitas queer di negara-negara barat, kaum queer Tiongkok dan aktivis gender juga menganjurkan kata ganti bahasa Mandarin yang lebih ramah gender.

Alih-alih tā dengan radikal perempuan, pada tahun 2015, platform The Missing Gender 0.972 menyarankan penggunaan huruf X sebagai karakter radikal netral gender menjadi X也.

Dilansir dari radiichina.com, contoh lain dari kata ganti baru yang umum digunakan di Tiongkok daratan adalah TA tanpa petunjuk nada tertentu. Kata ganti ini mengambil romanisasi dari karakter 他 dan 她 yaitu, tā dengan mengesampingkan kesan gender di dalamnya.

Dilansir dari arianalife.com, di Hong Kong, 佢 qú juga digunakan sebagai opsi kata ganti orang ketiga yang netral gender. Kata ganti ini kerap digunakan dalam bentuk lisan dan konteks informal, seperti di tabloid, pesan singkat, atau di media sosial.

Sebagian besar aktivis percaya bahwa menetapkan kata ganti yang tepat dapat menjadi awal yang baik untuk mengatasi beberapa masalah gender.

Beberapa layanan pelanggan di platform belanja online terbesar Tiongkok seperti Taobao pun telah mulai menggunakan TA untuk menangani pelanggan. CCTV juga sempat menggunakan kata TA untuk menyebut seseorang yang gendernya tidak diketahui. Kasir di toko pakaian Uniqlo juga mulai menyapa pembeli dengan menyebut mereka sebagai tamu, bukan menggunakan tuan atau nyonya. (*)