Lama Baca 2 Menit

Penerbangan Internasional Indonesia Pulih Sebab...

26 January 2023, 11:51 WIB

Penerbangan Internasional Indonesia Pulih Sebab...-Image-1
Pasar penerbangan internasional Indonesia pulih lebih cepat.

Jakarta, Bolong.id - Industri penerbangan internasional Indonesia akan semakin positif setelah pemerintah Tiongkok membuka perbatasannya.

Dilansir dari 国际日报 Rabu (25/1/2023), Gerry Soejatman, pengamat industri penerbangan di Japri (jaringan penerbangan Indonesia), menjelaskan, perkiraan pemulihan industri penerbangan Asia-Pasifik awalnya sekitar 70-75% pada 2023.

Hal ini sejalan dengan kebijakan baru Tiongkok tentang pembersihan pneumonia koroner yang kemungkinan akan menghambat penerbangan dan lalu lintas penumpang tahun ini.

Namun, perkiraan ini akan berubah menyusul keputusan pemerintah Tiongkok untuk melonggarkan pembatasan pergerakan orang.

Hal ini terlihat dari kedatangan 210 wisatawan Tiongkok di Bali pada hari Minggu (22 Januari 2023). Gerry diwawancarai pada hari Senin (23 Januari 2023) dan mengatakan,

"Dengan kebijakan Tiongkok yang lebih selaras dengan negara-negara lain, pemulihan di kawasan Asia-Pasifik, diperkirakan akan mencapai setidaknya 90%."

Gerry mengatakan bahwa pemulihan industri penerbangan internasional Indonesia juga akan mencapai tingkat yang lebih optimal di bawah pengaruh kebijakan Tiongkok.

Gerry mengatakan bahwa pada tahun 2022, pemulihan Indonesia di segmen pasar ini hanya akan mencapai sekitar 50 persen. Prospek penerbangan internasional juga didukung oleh upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pasar penerbangan sekunder.

Penghapusan kuota Arab Saudi dan pembatasan usia jamaah haji Indonesia pada tahun 2023, serta meningkatnya permintaan sub haji, cukup menunjukkan hal ini.

Skenario ini diharapkan dapat mengembalikan jumlah penumpang penerbangan internasional ke tingkat sebelum pandemi, lanjut Gerry.

Gerry memperkirakan, didorong oleh sejumlah faktor positif, lalu lintas penumpang di pasar penerbangan internasional Indonesia diperkirakan akan pulih sekitar 75 hingga 80 persen pada tahun 2023. (*)