
Beijing, Bolong.id - Hari ini 25 tahun lalu, pada 4 November 1997, otoritas Kunming memberlakukan hukuman mati dengan cara disuntik. Bukan ditembak.
Dilansir dari Weixinyidu.com, pada 1997, empat terpidana mati meninggal dengan tenang setelah disuntik racun.
Berita dari tempat eksekusi mengatakan kematian mereka masing-masing adalah 32 detik, 35 detik, 40 detik dan 58 detik. Ini menandai keberhasilan metode eksekusi baru Pengadilan Rakyat Menengah Kunming.
Pengadilan Menengah Kunming adalah lembaga peradilan pertama di Tiongkok yang mengeksekusi hukuman mati dengan suntikan, dan upayanya yang berani telah menarik perhatian luas baik di dalam maupun di luar negeri.
Menurut juru bicara rumah sakit, Pasal 212 ayat 2 KUHAP mengatur: “Hukuman mati dilakukan dengan cara ditembak atau disuntik.” Sejak Mei 1996, pihak rumah sakit mulai mempelajari metode eksekusi hukuman mati dengan suntikan.
Tim peneliti dan tim eksperimen meninjau sejumlah besar bahan yang relevan dan menunjukkan kelayakan metode ini; setelah perbandingan berulang, metode mematikan obat yang sangat beracun dikesampingkan, dan anestesi dan obat mematikan diputuskan untuk digunakan.
Kemudian ribuan tes dilakukan pada hewan, dan akhirnya formula stereotip terbentuk, yang ditandai dengan kematian tidak beracun, waktu kematian klinis yang singkat setelah injeksi, dan tidak ada reaksi yang menyakitkan secara fisiologis.
Pengadilan Menengah Rakyat Kunming berpendapat bahwa penggunaan metode suntik bagi terpidana mati lebih sesuai dengan semangat humanistik masyarakat modern, dan mencerminkan kemajuan sistem hukum dan peradaban sosial.
Mahkamah Agung Rakyat memuji praktik Pengadilan Menengah Kunming. Untuk lebih menstandarisasikan langkah dan prosedur eksekusi dengan suntikan mematikan, Pengadilan Menengah Kunming telah dilengkapi dengan peralatan yang diperlukan untuk eksekusi dengan suntikan mematikan, dan telah mulai membangun tempat eksekusi tetap untuk membuat metode suntikan mematikan lebih standar, lebih efektif dan lebih beradab. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement