Lama Baca 5 Menit

Trump Diberi Steroid Dexamethasone, Apakah Itu Bukti Parah?

05 October 2020, 12:49 WIB

Trump Diberi Steroid Dexamethasone, Apakah Itu Bukti Parah?-Image-1

Presiden Amerika Serikat, Donald Trumo - Image from Reuters

Washington DC, Bolong.id - Beberapa dokter yang tidak terlibat langsung merawat Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkapkan, Trump diberi dexamethasone. Ini steroid generik yang biasa digunakan mengurangi peradangan. Apakah itu bukti bahwa kondisi Trump parah?

Dilansir dari Reuters, Senin (5/10/2020), tim dokter kepresidenan yang merawat Trump mengungkapkan pada Minggu (4/10) waktu setempat bahwa sang Presiden AS mulai menggunakan steroid, setelah level oksigen dalam tubuhnya rendah. Tim dokter menekankan bahwa kondisi Trump membaik dan bisa dipulangkan dari rumah sakit pada Senin (5/10) waktu setempat.

"Apa yang saya dengar dalam penjelasan konferensi pers menunjukkan bahwa Presiden menderita penyakit yang lebih parah dari gambaran yang disampaikan secara umum," ujar Dr Daniel McQuillen yang merupakan spesialis penyakit menular pada Rumah Sakit & Pusat Medis Lahey di Burlington, Massachusetts.

Masyarakat Penyakit Menular Amerika (Infectious Disease Society of America) menyebut bahwa dexamethasone bermanfaat pada orang-orang dengan COVID-19 yang kondisinya kritis atau parah yang membutuhkan oksigen ekstra. Namun kajian menunjukkan bahwa obat itu tidak membantu -- bahkan mungkin berbahaya -- pada orang-orang dengan kasus lebih ringan.

Dr Stuart Cohen yang merupakan Kepala Bagian Penyakit Menular pada UC Davis Health di California, menyatakan bahwa merujuk pada usia Trump yang saat ini mencapai 74 orang, kelebihan berat badan dan mungkin berisiko tinggi mengalami komplikasi, penanganannya 'agresif pada awal-awal'.

Dr Cohen dan sejumlah dokter lainnya yang merawat pasien Corona selama beberapa bulan menyatakan bahwa Trump masih bisa dipulangkan dari rumah sakit dalam kondisi seperti itu. Trump sempat mengejutkan dan menyapa para pendukungnya di luar Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed dengan menaiki kendaraan lapis baja sebelum kembali masuk ke dalam rumah sakit.

"Dia tidak kembali ke rumah yang tidak memiliki perawatan medis. Pada dasarnya, ada rumah sakit di Gedung Putih," cetus Dr Walid Gellad, seorang profesor kedokteran pada Universitas Pittsburgh.

Trump diterbangkan ke rumah sakit pada Jumat (2/10) lalu setelah beberapa jam mengumumkan dirinya positif Corona. Selama dirawat di Gedung Putih, Trump diberi infus antibodi eksperimental dari Regeneron Pharmaceuticals yang sedang dipelajari untuk infeksi awal. Pada Sabtu (3/10) waktu setempat, Trump memulai perawatan lima hari dengan obat antivirus remdesivir yang dijual Gilead Sciences.

Para dokter menyatakan bahwa kedua obat itu masuk akal untuk digunakan pada awal-awal perawatan untuk mencegah kondisi pasien semakin memburuk. Namun dexamethasone secara umum digunakan untuk orang-orang yang kondisinya memburuk.

"Kami memberikan dexamethasone kepada para pasien yang membutuhkan oksigen tambahan," ucap Dr Amesh Adalja, seorang pakar penyakit menular pada Johns Hopkins University.

Jika Trump tidak lagi membutuhkan oksigen tambahan dan mampu kembali menjalani aktivitas normal, para dokter bisa memulangkannya dari rumah sakit. "Pertanyaan terbesarnya adalah apakah ada risiko kondisinya memburuk, atau apakah dia ada dalam jalur yang baik?" cetus Dr Adalja.

COVID-19 seringkali dikarakterisasikan memiliki dua fase, yakni infeksi virus itu sendiri dan dalam beberapa kasus, reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh yang memicu kerusakan organ.

"Orang-orang semacam dalam kondisi santai selama seminggu ... kemudian semuanya menurun dengan sangat cepat. Itu selalu sulit untuk memprediksi yang mana yang akan terjadi," ucap Dr Cohen.

Menurut para dokter, pasien Corona yang merespons baik terhadap perawatan bisa dipulangkan dari rumah sakit dengan cepat, namun kondisi mereka harus dipantau secara saksama.

"Beberapa orang dengan COVID-19 mengalami gejala-gejala memburuk, sesak napas dan komplikasi lainnya sekitar seminggu setelah mereka pertama kali mengalami gejala," tutur Dr Rajesh Gandhi, seorang dokter penyakit menular pada Massachusetts General Hospital di Boston.

Dr David Battinelli, kepala petugas medis pada Northwell Health di New York, menyatakan 'sepenuhnya masuk akal' bahwa Trump dipulangkan pada Senin (5/10) waktu setempat, namun dia memperingatkan bahwa pemulihannya akan memakan waktu.

"Sangat tidak mungkin baginya untuk pergi keluar dan mengikuti kampanye dalam waktu kurang dari 14 hari," tandasnya. (*)