Home     News     china
Lama Baca 3 Menit

Pemuda Internasional Tinjau Budaya di China

21 September 2022, 16:53 WIB

Pemuda Internasional Tinjau Budaya di China-Image-1
Kerajinan tangan - CGTN

Jiangxi, Bolong.id - Pemuda dari Dialog Pemimpin Muda Global (GYLD) mengunjungi Provinsi Jiangxi, Tiongkok minggu lalu menyaksikan budaya unik Tiongkok.

Dilansir dari CGTN, Selasa (20/9/22), perwakilan pemuda dari delapan negara itu mengunjungi Jingdezhen, yang dikenal sebagai "Ibukota Porselen", dan Wuyuan, tujuan wisata populer di Kota Shangrao.

Jingdezhen menarik lebih dari 30.000 orang setiap tahun, termasuk lebih dari 5.000 orang asing.

"Kota ini seperti pohon tua yang berakar di tanah budaya keramik berat, memancarkan tunas baru," kata Steven Weathers, yang telah tinggal di Tiongkok selama sekitar 17 tahun, setelah tur. 

Sementara kota-kota besar Tiongkok terus berkembang, sejumlah kota kecil dan menengah, seperti Jingdezhen, memelihara budaya tradisional menjadi lebih terbuka, katanya.

Budaya tradisional tidak hanya mewarnai kota dengan warisan yang kaya, tetapi juga membawa vitalitas ke pedesaan.

Pada bulan September, Wuyuan menyambut musim "jemur matahari" tahunan ketika keranjang bambu besar yang diisi dengan tanaman, seperti cabai, labu dan bunga krisan, ditempatkan di luar rumah. Proses ini disebut shaiqiu, atau "menggoreng musim gugur," dalam bahasa Mandarin, sebuah tradisi yang telah diturunkan selama berabad-abad.

Untuk menyambut pemuda internasional, penduduk desa membuat gambar dengan jagung kuning cerah dan paprika merah menyala. "Bicaralah kepada dunia dan bagikan masa depan," bunyinya.

Dalam beberapa tahun terakhir, penduduk desa telah pindah ke pegunungan, menghidupkan kembali ukiran batu bata, kayu, dan batu asli. Desa pegunungan "runtuh" di masa lalu kini telah menjadi tempat pemandangan yang terkenal.

"Dalam mewarisi budaya tradisional, Tiongkok telah menemukan cara untuk mengembangkan pariwisata, dan itu menjadi model bagi pengentasan kemiskinan dunia," kata Ishimwe Irene Fidele, seorang mahasiswa Rwanda yang belajar di Nanchang, ibu kota Provinsi Jiangxi.

Para peserta muda mengatakan bahwa GYLD Tiongkok Tour adalah jendela untuk memahami Tiongkok dan jembatan untuk meningkatkan saling pengertian. 

Mereka mengatakan bahwa mereka bersedia menjadi duta pertukaran budaya dan menggabungkan kekuatan mereka untuk menyebarkan budaya Tiongkok, meningkatkan rasa saling percaya dan kerjasama antar negara, dan membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia. (*)

Informasi Seputar Tiongkok