Lama Baca 3 Menit

China Segera Beli 1 Juta Produk Tani Indonesia

29 July 2022, 13:40 WIB

China Segera Beli 1 Juta Produk Tani Indonesia-Image-1

Ilustrasi pertanian - Heping Ribao

Beijing, Bolong.id - Hasil pertemuan Presiden RI, Joko Widodo dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Wisma Negara Diaoyutai,  Beijing, Selasa (26/7/2022), antara lain, pemerintah Tiongkok siap membeli sejuta produk pertanian dari Indonesia.

Dilansir dari 和平日报 Kamis (28/07/2022), pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Xi Jinping membahas berbagai hal. Tentang hubungan Tiongkok-Indonesia dan isu-isu internasional yang menjadi perhatian bersama.

Rombongan Presiden Jokowi,https://bolong.id/dw/0722/jokowi-ke-china-pertama-pasca-olimpiade-beijing-2022 antara lain, Mensesneg Platikno, Menteri BUMN Erick, Menteri Penanaman Modal/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlier, Kepala Sekretariat Presiden Helu, Menteri Militer Presiden Masdar, Kepala Protokol Negara Andy, Menko Maritim dan Investasi Luhut, Menlu Retno. Menteri BUMN Erick Thohir.

"Kami menemani Presiden dan Perdana Menteri Li Keqiang ke pertemuan bilateral di Villa 5 dari Diaoyutai State Guest House di Beijing," kata Erick, menteri BUMN,.

Erick mengatakan, pemerintah Tiongkok telah sepakat untuk membeli 1 juta produk minyak sawit dari Indonesia dan produk pertanian lainnya dari petani Indonesia. Ia memperkenalkan bahwa langkah pemerintah Indonesia ini merupakan komitmen nyata untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Diharapkan melalui kerjasama ini, Indonesia mampu meningkatkan kepastian penyerapan pasar produk pertanian.

Ini akan menjaga harga minyak sawit Indonesia dan harga tandan buah segar untuk petani sawit, kata Erick. Pemerintah akan terus melindungi petani Indonesia dan menciptakan lapangan kerja. Ia mencontohkan selain di bidang pertanian, Indonesia juga telah menjalin kerja sama di bidang industri kendaraan listrik.

Kerja sama yang terjalin dengan Tiongkok tidak hanya investasi, tetapi juga transfer teknologi.

Selain itu, Erick juga mengatakan pertemuan tersebut juga membahas masalah kereta cepat Jakarta-Bandung yang merupakan komitmen bersama Indonesia dan Tiongkok.

Tidak hanya itu, Indonesia juga bisa mencontoh keberhasilan Tiongkok dalam mengoptimalkan sumber daya alam (SDA) dan pasar yang besar, menciptakan kondisi untuk kemajuan dalam negeri.

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan pasar yang luas, dan harus mampu melakukan hal tersebut untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Erick mengatakan sampai saat ini sumber daya alam dan pasar kita yang besar belum dimanfaatkan secara optimal untuk pertumbuhan ekonomi nasional, dan disinilah yang ingin terus kita optimalkan. (*)