Lama Baca 3 Menit

Kerjasama Sino-AS di Perubahan Iklim Untungkan Dunia

23 April 2021, 06:03 WIB

Kerjasama Sino-AS di Perubahan Iklim Untungkan Dunia-Image-1

Richie Merzian - Image from SBS News

Canberra, Bolong.id - Richie Merzian, pakar iklim Australia, dalam wawancara dengan Kantor Berita Xinhua di Canberra, menyatakan, bahwa kerjasama Tiongkok - Amerika Serikat (AS) dalam perubahan iklim, menguntungkan dunia.

Dilansir dari Xinhua pada Rabu (21/4/2021), Merzian pernah menghadiri konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai wakil pemerintah Australia. Ia penelitian di bidang iklim.

Ia mengatakan bahwa dulu, kerjasama Tiongkok dan AS lahirlah Perjanjian Paris tahun 2015, sehingga membuat langkah penting dalam respons global terhadap perubahan iklim.

Ia yakin kerjasama Tiongkok-AS dalam masalah iklim tidak hanya akan menguntungkan dunia, tetapi juga melayani kepentingan kedua negara. Itu mencegah perubahan cuaca ekstrem dan mendorong pembangunan ekonomi baru yang berbasis hijau dan rendah karbon. 

"Tiongkok telah melakukannya dengan sangat baik di bidang teknologi hijau, tidak hanya memperhatikan dan menerapkannya di dalam negeri, juga internasional," katanya.

Merzian mengatakan bahwa utusan khusus Tiongkok untuk perubahan iklim, Xie Zhenhua, dan utusan khusus Presiden AS untuk masalah iklim, John Kerry, berpartisipasi dalam negosiasi Perjanjian Paris, yang akan membantu Tiongkok dan Amerika Serikat untuk memulai dialog konstruktif tentang masalah iklim.

Dalam pandangannya, tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim bersifat global, dan setiap negara memiliki tanggung jawab untuk secara aktif menanggapi tantangan tersebut, yang akan mendorong kerjasama yang lebih erat antar negara di seluruh dunia dalam masalah iklim. 

Jika pihak lain, termasuk Uni Eropa dan Australia, dapat bekerja sama secara aktif, hal itu akan membantu Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa yang akan diadakan pada paruh kedua tahun ini untuk mencapai hasil yang positif.

AS menjadi tuan rumah KTT Iklim dari 22-23 April 2021. AS mengundang para pemimpin dari 38 negara, termasuk Tiongkok dan Rusia, serta presiden Komisi Eropa dan Dewan Eropa. 

Merzian mengatakan dalam hal ini bahwa orang-orang dari semua lapisan masyarakat tidak hanya mengharapkan AS untuk mengumumkan target pengurangan emisi gas rumah kaca yang ambisius untuk tahun 2030 di KTT, tetapi juga berharap bahwa AS dapat menetapkan target pengurangan emisi jangka panjang. 

"Tiongkok telah menetapkan target penurunan emisi yang 'ambisius', yaitu mengupayakan netralitas karbon pada tahun 2060. Sekarang setiap negara perlu melakukan upaya penurunan emisi, termasuk Australia," kata Merzian. (*)