TikTok - Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.
Tiongkok, Bolong.id – Beijing memasukkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam daftar yang membutuhkan lisensi khusus. Itu terkait dengan rencana pembelian TikTok oleh perusahaan Amerika. Demikian Financial Times melaporkan, Senin (31/8/2020).
Diketahui TikTok telah menarik minat dari Microsoft, Oracle dan Walmart untuk operasinya di AS, Kanada, Australia dan Selandia Baru.
Namun, harapan ByteDance untuk mencapai kesepakatan dalam menjual aplikasi video TikToknya di negara-negara tersebut terutama AS, dalam beberapa hari mendatang telah diragukan, setelah Beijing mengumumkan aturan baru yang mengatur ekspor teknologi.
Kementerian Perdagangan Tiongkok (中华人民共和国商务部) Jumat (28/8/20) malam waktu setempat mengungkapkan, bahwa pemerintah Tiongkok telah memperluas daftar lisensi teknologinya terkait kontrol ekspor, dan kecerdasan buatan termasuk dalam daftar tersebut.
Pencantuman dalam daftar kontrol ekspor ini, nantinya mengharuskan perusahaan untuk memperoleh persetujuan tambahan dari pemerintah terkait ekspor teknologi tertentu.
Sedangkan TikTok dibentuk sedemikian rupa atas algoritme kecerdasan buatan yang menganalisis perilaku pengguna untuk mendorong konten yang dimodifikasi.
Menurut orang-orang yang memiliki relasi negosiasi terkait penjualan TikTok mengatakan, keputusan pemerintah Tiongkok dapat menggagalkan rencana ByteDance untuk mencapai kesepakatan awal, yang diharapkan akan selesai pada awal minggu ini.
ByteDance masih bisa mencapai kesepakatan segera dengan pembeli TikTok AS, kata orang-orang, tetapi dengan ketidakpastian, sebab kesepakatan apa pun kemungkinan besar akan menghadapi tantangan dari pemerintah Tiongkok.
Advertisement