Ilustrasi Pendidikan di Tiongkok - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.
Tiongkok, Bolong.id – Dilansir dari People’s Daily, pengeluaran pendidikan anak-anak adalah “pengeluaran terbesar” dari banyaknya pengeluaran konsumsi rumah tangga Tiongkok.
Bank Rakyat Tiongkok (中国人民银行) baru-baru ini merilis "Laporan Survei Kuesioner Penabung Perkotaan" bahwa pada kuartal kedua tahun ini, sebesar 23,4% masyarakat Tiongkok cenderung "menghabiskan lebih banyak", peningkatan 1,3 poin persentase dari kuartal sebelumnya.
Karena mereka menjadi lebih optimis tentang situasi ekonomi, proporsi penduduk yang cenderung mengkonsumsi lebih banyak.
Kemana uang akan dibelanjakan? Laporan bank sentral menunjukkan bahwa dalam tiga bulan ke depan, 29,8% masyarakat Tiongkok memilih "pendidikan", 19,7% memilih "pariwisata" dan "membeli rumah", dan 16,7% lainnya memilih "budaya sosial dan hiburan".
Konsumsi pendidikan anak-anak selalu menjadi bagian terbesar dari pengeluaran konsumsi banyak rumah tangga Tiongkok. "Laporan Kekuatan Konsumsi Pendidikan Komersial Tiongkok dan Pasar Konseling" menunjukkan bahwa pada tahap pra-sekolah, pendidikan dasar dan menengah, keluarga Tiongkok menghabiskan 20,6% dana untuk pendidikan; bahkan 14,6% keluarga mengeluarkan dana lebih dari 50% untuk pendidikan anak.
Sedangkan dalam bidang properti, baru-baru ini pasar properti mengalami peningkatan setelah epidemi COVID-19. Dilaporkan bahwa volume transaksi rumah bekas di Beijing pada Mei melebihi 8.000, dan volume transaksi mencapai 4.000 pada paruh pertama Juli, dan bahkan ada catatan 2.000 transaksi selama akhir pekan.
Apartemen di Beijing - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.
COVID-19 telah melanda industri pariwisata, namun dalam beberapa hari terakhir, perjalanan antar-provinsi Tiongkok telah dimulai kembali. Ditambah lagi dengan tingkat tanggap darurat kesehatan masyarakat di Beijing yang telah diturunkan dari tingkat dua ke tingkat tiga.
Di sisi lain, China Eastern Airlines meluncurkan “Fly on Weekend”, yaitu sebuah promosi yang ditujukan pada konsumen. Setelah konsumen membeli tiket pesawat atau produk maskapai ini sebesar CNY3.322 atau sekitar Rp6.9 juta, konsumen dapat menukarnya dengan kelas ekonomi di semua penerbangan domestik kecuali Hong Kong, Makau, dan Taiwan pada akhir pekan sebelum 31 Desember tahun ini.
Promo "Fly on Weekend" China Eastern Airlines - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.
Promo ini tentu membuat banyak konsumen yang berlomba-lomba untuk membeli produk maskapai ini, terlebih tak ada batasan jumlah penukaran. Pada akhir pekan sejak peluncuran pertama saja sudah ada lebih dari 65.000 penukaran tiket pesawat di akhir pekan.
Dengan adanya promo ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi konsumen, maskapai penerbangan, layanan pariwisata, dan industri terkait lainnya serta menstabilkan pemulihan mempromosikan ekonomi.
Dalam hal sosial budaya, konsumsi masyarakat Tiongkok secara bertahap meningkat dari bidang makanan tradisional, pakaian, perumahan dan transportasi ke bidang budaya, pariwisata, perawatan lansia, dan hiburan. Hal ini disebabkan tingkat pendapatan masyarakat Tiongkok yang terus meningkat, karena pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang kian pulih semenjak wabah COVID-19. (*)
Advertisement