Central Business District Singapura - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.
Singapura, Bolong.id – Jelang pemilu Singapura, yang akan berlangsung pada tanggal 10 Juli 2020 mendatang, desas-desus mengenai apakah Singapura harus melancarkan strategi bisnis baru terkait UU Keamanan Nasional Hong Kong pun mulai bermunculan.
Bulan Juni 2020, Otoritas Moneter Singapura (MAS) mengeluarkan pernyataan, setelah laporan media merilis angka-angka yang menunjukkan bahwa simpanan mata uang asing melonjak hampir empat kali lipat dari tahun 2019. Angka tersebut menjadi sebanyak US$ 27 miliar, atau sekitar Rp 387 triliun, pada bulan April 2020, sementara simpanan mata uang dari penduduk non-Singapura meningkat sebesar 44 persen, menjadi US$ 62 miliar, atau Rp 889 triliun. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang tertinggi sejak 1991, hal itu disebabkan oleh investor yang menghindari risiko dan arus masuk dari pasar, termasuk Hong Kong. Tetapi MAS menekankan bahwa simpanan itu berasal dari berbagai sumber dan bukan berasal dari satu daerah atau negara saja.
Ekonom CIMB Private Banking, Song Seng Wun, mengatakan, "Singapura akan dipandang lebih baik karena UU Keamanan Nasional Hong Kong. Singapura memiliki undang-undang yang sangat ketat, untuk mencegah campur tangan asing dalam politik lokal dan penyebaran berita palsu, namun, Singapura juga merupakan surga ekonomi yang sangat aman."
Perbandingan antara Hong Kong dan Singapura sebagai pusat keuangan yang saling bersaing sudah lama ada. Namun, hingga kini, Hong Kong tetap dianggap unggul karena kedekatannya dengan kekuatan ekonomi, Tiongkok. Kedua negara ini sama-sama memiliki tarif pajak yang kompetitif. Meski demikian, Hong Kong memiliki pasar modal yang lebih dinamis, dimana kapitalisasi pasar bursa Hong Kong bulan ini saja ada tujuh kali lebih besar daripada Singapura. Ditambah lagi, ada lebih banyak perusahaan Tiongkok yang memilih untuk mengumpulkan dana di sana. Inilah yang menjadikan Hong Kong sebagai tempat orang-orang kaya Tiongkok menyimpan uang. Selain itu, lebih dari 420 hedge fund berbasis di Hong Kong, dimana jumlah ini lebih banyak daripada yang ada di Singapura.
Ian Loh, kepala pasar modal konsultan real estate Knight Frank Singapura mengatakan, sejak Januari 2020, ia mendapatkan sekitar 30 persen lebih banyak permintaan dari investor yang berbasis di Hong Kong. Banyak kliennya, dari perusahaan keluarga hingga perusahaan investasi bertanya perihal cara membeli kantor strata, ruko, dan bangunan di Singapura. Namun, meskipun para investor telah memindahkan operasi bisnis mereka ke Singapura, sebagian besar dari mereka masih di tahap awal mempertimbangkan keputusan, dan hingga kini belum siap untuk mengambil keputusan untuk sepenuhnya pindah atau tidak.
Advertisement