Lama Baca 3 Menit

Samsung Electronics Dirundung Kekhawatiran Setelah AS Terapkan Aturan Baru Untuk Huawei

28 May 2020, 09:20 WIB

Samsung Electronics Dirundung Kekhawatiran Setelah AS Terapkan Aturan Baru Untuk Huawei-Image-1

Samsung - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Beijing, Bolong.id - Paska kebijakan pembatasan ekspor chip oleh Amereka Serikat (AS) beberapa waktu lalu, produsen chipset terbesar asal Korea Selatan, Samsung Electronics  diprediksi sedang dirundung kekhawatiran, Hal ini dikarenakan posisi bisnisnya yang berada di antara industri semikonduktor Tiongkok dan AS.  

Meskipun bisnis utama Samsung Electronics adalah produk memory card, dan produk-produk ini tidak dikenakan sanksi baru AS terhadap Huawei, namun Samsung Electronics diduga dibanyak menggunakan perangkat pembuat chip dari AS, khususnya dalam hal proses produksi dan desain produk-produk mereka. Selain itu penjualan produk juga banyak dilakukan di AS dan Tiongkok sehingga justru menimbulkan kekhawatiran baru. 

Menurut data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Perdagangan Internasional Korea, Negara Ginseng ini mengimpor peralatan manufaktur chip senilai $320,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp4700 triliun dari AS pada tahun lalu. "Secara sederhana, teknologi AS menyumbang sekitar 30% dari pembuatan chip, tidak peduli itu chip memori atau chip non-memori. Secara umum, tidak mungkin untuk tidak menggunakan produk teknologi Amerika di seluruh proses manufaktur," beber seorang eksekutif perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan.  

Di sisi lain, paska pengumuman kebijakan tersebut, terdapat kemungkinan lain bahwa Huawei akan meminta Samsung untuk menjadi penyedia prosesor ponselnya, khususnya setelah AS membuat pembatasan baru dan memotong pasokan chip dari TSMC. Sebuah sumber mengatakan, "Sulit untuk menentukan perangkat lunak dan teknologi mana saja yang tidak terkena dampak pembatasan dari AS," seperti dilansir dari laman portal 163.com.

Sementara, sumber lainnya mengatakan, bahwa dalam jangka pendek, bisnis chip memory card perusahaan Korea Selatan tidak akan langsung terkena dampak dari aturan baru AS terhadap Huawei. "Namun, terdapat ketidakpastian besar atas industri semikonduktor ini yang membuat perusahaan Korea khawatir dan mungkin akan memiliki beberapa dampak negatif dalam jangka panjang," ujarnya.

Sumber: 163.com