Indonesia Stock Exchange (IDX) menghentikan sementara perdagangan saham pada Senin pagi, sebelum indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 5 persen.
Presiden IDX, Iman Rachman, mengatakan, meskipun penurunan sebesar ini tidak biasa, ia disebabkan oleh faktor-faktor internal dan eksternal, termasuk ketidakpastian ekonomi global.
Di dalam gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada 18 Maret 2025, layar elektronik yang menampilkan IHSG menunjukkan kondisi pasar. IHSG turun 5 persen, sehingga IDX menghentikan perdagangan saham pada Senin pagi.
"Banyak investor saat ini berada dalam posisi menunggu," kata Iman.
Iman menambahkan, dari sudut pandang fundamental, perusahaan-perusahaan yang terdaftar di IDX tetap kuat, yang dapat dilihat dari peningkatan laporan keuangan tahun 2024, lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Secretaris IDX, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan, hentikan perdagangan itu untuk memberikan waktu kepada para pihak yang terlibat untuk menghadapi situasi saat ini dan mempertahankan stabilitas perdagangan.
Ekonom Universitas Nasional "Veteran" Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengatakan, penurunan IHSG bukan hanya reaksi terhadap ketidakpastian ekonomi global, tetapi juga sebagai peringatan bahwa model ekonomi Indonesia terlalu bergantung pada komoditas dan terjebak dalam siklus utang untuk mendanai proyek-proyek populis seperti makanan gratis dan bantuan sosial.
"Jika pemerintah tidak segera berhenti dengan kebijakan-kebijakan yang tidak bertanggung jawab ini, krisis kepercayaan investor akan terus memburuk, dan penurunan IHSG hanya awal dari rantai masalah yang lebih besar," peringat Achmad.
广告