Yuk Mengenal Sistem 24 Posisi Matahari China - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Jakarta, Bolong.id - Orang Tiongkok kuno membagi gerak matahari tahunan jadi 24 posisi. 12 mayor, 12 minor. Setiap posisi disebut "jie qi (节气)" atau posisi matahari. Ini sistem pembagian waktu versi Tiongkok.
Sistem waktu berfungsi keteraturan musim, hukum astronomi, dan fenomena alam sepanjang tahun. Inilah dasar kalender tradisional Tiongkok. Di kehidupan mereka, sistem ini diterapkan sebagai kerangka waktu untuk kegiatan pertanian dan kehidupan sehari-hari. Dalam meteorologi internasional, sistem kognitif ini telah dihormati sebagai Penemuan Besar Tiongkok Kelima.
24 posisi matahari berasal dari Sungai Kuning yang terdapat di Tiongkok. Kriteria perumusannya dikembangkan melalui pengamatan perubahan urutan waktu astronomi, suhu udara, curah hujan, serta fenomena alam lainnya di kawasan ini. Sistem tersebut telah diterapkan secara progresif sebagai pedoman waktu dalam produksi pertanian dan kehidupan masyarakat yang kemudian disebarkan oleh banyak kelompok etnis.
Diturunkan dari generasi ke generasi, elemen tersebut telah sangat memengaruhi cara berpikir dan kode etik orang Tiongkok. Dengan sistem posisi matahari tersebut, masyarakat secara spontan mengatur pertanian dan rutinitas sehari-hari serta kebutuhan pokok hidup mereka. Pengetahuan ini dipertahankan melalui berbagai praktik ritual dan aktivitas rakyat. Dengan demikian, 24 Posisi Matahari merupakan pembawa penting identitas budaya Tiongkok.
Posisi matahari tersebut adalah Lichun (立春) atau Awal Musim Semi, Yushui (雨水) atau Air Hujan, jingzhe (驚蟄) atau Kebangkitan Serangga, Chunfen (春分) atau Titik Balik Musim Semi, Qingming (淸明) atau Cerah dan Terang, Guyu (穀雨) atau Hujan Butir, Lixia (立夏) atau Awal Musim Panas, Xiaoman (小满) atau Kelebihan Kecil, Mangzhong (芒种) atau Membersihkan Semak, Xiazhi (夏至) atau Titik Balik Matahari Musim Panas, Xiaoshu (小暑) atau Panas Rendah, Dashu (大暑) atau Panas Tinggi, Liqiu (立秋) atau Awal Musim Gugur, Chushu (处暑) atau Akhir Musim Panas, Bailu (白露) atau Embun Putih, Qiufen (秋分) atau Titik Balik Musim Gugur, Hanlu (寒露) atau Embun Dingin, Shuangjiang (霜降) atau Embun Beku Pertama, Lidong (立冬) atau Awal Musim Dingin, Xiaoxue (小雪) atau Salju Ringan, Daxue (大雪) atau Salju Tebal, Dongzhi (冬至) atau Titik Balik Matahari Musim Dingin, Xiaohan (小寒) atau Dingin Kecil, dan Dahan (大寒 ) atau Dingin Besar.
Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) juga telah memutuskan bahwa "The 24 Solar Terms" atau 24 Posisi Matahari Tiongkok dimasukkan ke dalam Daftar Perwakilan Warisan Budaya Tak Benda selama sesi ke-11 dari Komite Antarpemerintah UNESCO untuk Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2016.
Advertisement