Lama Baca 4 Menit

Kenali Etiket Menggunakan Sumpit, Jangan Sampai Salah

26 December 2020, 13:26 WIB

Kenali Etiket Menggunakan Sumpit, Jangan Sampai Salah-Image-1

Kenali Etiket Menggunakan Sumpit, Jangan Sampai Salah - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Sumpit, atau kuaizi (筷子) dalam bahasa Mandarin, adalah sepasang alat makan berupa tongkat kecil runcing dengan panjang yang sama dan biasanya terbuat dari kayu. 

Sumpit pertama kali dikembangkan lebih dari 5.000 tahun yang lalu di Tiongkok. Bukti paling awal adalah ditemukannya sepasang sumpit yang terbuat dari perunggu di reruntuhan Yin dekat Anyang, Provinsi Henan, sekitar 1.200 SM, dilansir dari chinaculture.org, Sabtu (26/12/2020).

Sumpit memainkan peran penting dalam budaya makanan Tiongkok. Sumpit Tiongkok biasanya memiliki panjang 9 sampai 10 inci dan berbentuk persegi panjang dengan ujung tumpul. Ujungnya berbentuk bulat yang melambangkan surga, dan ujung lainnya berbentuk persegi yang melambangkan bumi. Ini karena menjaga persediaan makanan yang cukup adalah urusan terbesar antara langit dan bumi.

Sumpit begitu sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi lebih dari sekadar peralatan makan dan telah memupuk seperangkat etiket serta adat istiadat tersendiri. Terdapat kebiasaan kuno Tiongkok menjadikan sumpit sebagai mahar anak perempuan karena pengucapan “kuaizi” mirip dengan kata "cepat (快)" dan "anak laki-laki (子)".

Penting untuk dicatat bahwa sumpit digunakan di banyak belahan dunia dengan budaya yang berbeda. Di Tiongkok sendiri, terdapat beberapa etiket untuk menggunakan sumpit ketika sedang makan, seperti berikut ini.

1. Bermain dengan sumpit dianggap tidak sopan dan vulgar, sama seperti bermain dengan alat makan di lingkungan Barat akan dianggap kasar.

2. Sumpit tidak digunakan untuk memindahkan mangkuk atau piring.

3. Sumpit tidak digunakan untuk mengambilkan makanan seseorang atau mengambil piring untuk dibagikan.

4. Sumpit tidak digunakan untuk menusuk makanan, kecuali merobek makanan yang lebih besar seperti sayuran dan kimchi. Dalam penggunaan informal, barang-barang kecil yang sulit diambil seperti tomat ceri atau bakso ikan boleh ditusuk, tetapi penggunaan ini tidak disukai oleh para tradisionalis.

 5. Sumpit tidak boleh dibiarkan berdiri tegak di dalam mangkuk nasi atau makanan lainnya.  Sumpit yang mengarah ke atas akan menyerupai dupa yang digunakan beberapa orang Asia sebagai persembahan kepada anggota keluarga yang telah meninggal. Upacara pemakaman tertentu juga menyajikan persembahan makanan kepada orang mati menggunakan sumpit berdiri.

 6. Jangan mengetuk sumpit di pinggir mangkuk, karena pengemis diyakini membuat suara ini untuk menarik perhatian.

 7. Sumpit yang digunakan untuk memindahkan makanan dari piring saji ke mangkuk memiliki tujuan kebersihan, daripada makan langsung dari piring saji. Sumpit ini harus dikembalikan ke piring setelah disajikan, dan seringkali warnanya berbeda dari sumpit individu.

 8. Sumpit tidak boleh dikunyah, atau terlalu lama berada di dalam mulut. (*)