Lama Baca 5 Menit

Cek Fakta, Wedang Ronde Ternyata dari China

02 December 2020, 09:49 WIB

Cek Fakta, Wedang Ronde Ternyata dari China-Image-1

Cek Fakta Wedang Ronde yang Ternyata dari China! - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Ronde adalah makanan tradisional asal Tiongkok. Nama aslinya tangyuan (汤圆 tāngyuán). Nama tangyuan ini terdengar mirip dengan kata tuanyuan (团圆 tuányuán) yang berarti reuni keluarga. Yuk, simak fakta tentang ronde ini!

Dimakan Saat Festival Lampion

Masyarakat Tiongkok biasa mengonsumsi tangyuan saat Festival Lampion atau Festival Dongzhi (冬至 dōngzhì) atau Festival Ronde, dan pada setiap diadakannya perkumpulan keluarga, misalnya saat pesta pernikahan.

Asal mula

Menurut legenda, pada masa Dinasti Han, terdapat seorang dayang kerajaan bernama Yuanxiao. Ia sangat merindukan kedua orang tuanya tetapi tidak dapat meninggalkan istana, akhirnya ia terus menangis dan ingin bunuh diri. Seorang menteri yang mengetahui hal tersebut berjanji akan menolongnya. 

Apa yang perlu dilakukan Yuanxiao adalah membuat Tangyuan sebanyak mungkin (yang merupakan masakan terbaik yang bisa ia buat) sebagai persembahan kepada dewa pada tanggal 15 bulan 1 kalender lunar Tiongkok. 

Yuanxiao berhasil melakukannya dan sang kaisar merasa puas. Yuanxiao diizinkan bertemu kedua orang tuanya. Semenjak saat itu, pada tanggal 15 bulan 1 penanggalan Imlek diadakan Festival Yuanxiao atau Festival Lampion.

Seperti Boba

Cek Fakta, Wedang Ronde Ternyata dari China-Image-2

Bulat-Bulat Seperti Boba - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Ronde terbuat dari tepung ketan yang dicampur sedikit air dan dibentuk menjadi bola, direbus, dan disajikan dengan kuah manis. Bentuknya jika diperhatikan mirip boba lho, ukurannya bisa kecil atau besar, bisa diberi isi maupun tidak.

Beda Tangyuan dan Yuanxiao

Penduduk Tiongkok utara makan yuanxiao sementara penduduk selatan makan tangyuan. Meskipun bentuknya sama, rasanya dapat sedikit berbeda karena perbedaan selera. Penduduk selatan menyukai tangyuan yang diberi isian manis, sementara penduduk utara lebih menyukai isian asin seperti daging giling dan sayuran. 

Selain itu, yuanxiao dan tangyuan cukup berbeda cara pembuatannya, Penduduk utara membuat yuanxiao dengan cara memadatkan isi hingga berbentuk bulat kemudian menggulingkannya di atas keranjang yang diisi tepung ketan, sambil terus memerciki dengan air sampai bentuk bola terbentuk. 

Sebaliknya, penduduk selatan membuat tangyuan dengan cara membuat adonan tepung ketan menjadi bentuk bola dengan isi berada di tengahnya.

Budaya Makan Ronde

Bagi masyarakat Tiongkok maupun Tionghoa, ronde ini selalu dimakan bersama-sama dengan keluarga. Bentuk tangyuan yang bulat dan mangkuk yang bundar melambangkan kebersamaan keluarga.

Cek Fakta, Wedang Ronde Ternyata dari China-Image-3

Makan Ronde Bareng Keluarga - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Komposisi

Ronde meskipun awalnya adalah makanan yang dikonsumsi saat festival, sekarang telah menjadi jajanan yang dikonsumsi kapanpun sepanjang tahun. Misalnya, tangyuan secara tradisional berwarna putih, tetapi untuk menarik konsumen, penjual biasanya memberi rasa atau warna yang berbeda, misalnya diberi isi cokelat, kentang, pasta wijen, atau kacang merah.

Penyajian

Ronde pertama-tama direbus dalam air kemudian disajikan dengan kuah sup. Ronde yang diberi isi manis disajikan dengan kuah jahe yang diberi sirup. Tangyuan yang tidak diberi isi juga disajikan sebagai makanan penutup berupa sup manis.

Ronde di Indonesia

Cek Fakta, Wedang Ronde Ternyata dari China-Image-4

Ronde di Indonesia - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Ronde telah bercampur dengan budaya masing-masing daerah atau selera lokal. Cara pembuatannya mirip dengan pembuatan tangyuan oleh penduduk Tiongkok bagian selatan, diisi kacang manis tumbuk, dan disajikan dengan air jahe. 

Istilah Wedang Ronde merujuk pada air jahe panas (wedang adalah bahasa Jawa yang merujuk pada minuman panas) yang disajikan bersama dengan ronde. Air jahe juga bisa menggunakan gula kelapa, diberi taburan kacang tanah, potongan roti, kolang-kaling, dan sebagainya. 

Wedang Ronde sudah sangat umum bagi masyarakat Indonesia sehingga banyak yang mengira bahwa asalnya adalah asli dari Indonesia. Di Pulau Bangka, tangyuan dinamakan "siet yen", yang dibuat dari ketan atau ubi yang disajikan dengan kuah dari gula aren atau jahe.