Lama Baca 3 Menit

Komentar Trump tentang Kesepakatan TikTok, Membingungkan

23 September 2020, 19:34 WIB

Komentar Trump tentang Kesepakatan TikTok, Membingungkan-Image-1

Komentar Trump Tambah Kebingungan pada Kesepakatan TikTok - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Washington, Bolong.id - TikTok mengkonfirmasi pada hari Sabtu (19/9/2020) lalu bahwa mereka telah mencapai kesepakatan yang diusulkan dengan perusahaan Amerika Serikat (AS) Oracle dan Walmart. Tetapi, komentar Presiden AS Donald Trump tentang siapa yang mengendalikan aplikasi video populer tersebut, mengacaukan kesepakatan yang telah disetujui.

"Jika kami menemukan bahwa Oracle tidak memiliki kendali penuh, maka kami tidak akan menyetujui kesepakatan itu," Trump memperingatkan pada hari Senin (21/9/2020), mengacu pada kendali Oracle atas TikTok Global.

TikTok Global yang baru dibuat berencana untuk meluncurkan pra-IPO (Initial Public Offering atau penawaran saham perdana) di mana ByteDance akan mempertahankan 80 persen sahamnya. Berdasarkan kesepakatan yang disetujui oleh Trump, Walmart dan Oracle akan memegang 20 persen sisanya.

ByteDance, perusahaan induk TikTok asal Tiongkok, menekankan bahwa pihaknya tidak akan menyerahkan algoritma atau teknologi apa pun kepada perusahaan AS, tetapi mencatat bahwa Oracle memiliki wewenang untuk melakukan pemeriksaan keamanan pada kode sumber TikTok di Amerika Serikat.

Perusahaan juga mengklarifikasi pada hari Senin (21/9/2020) bahwa mereka tidak mengetahui klaim Trump bahwa ada dana pendidikan senilai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp74,2 triliun yang termasuk dalam kesepakatan TikTok. Perusahaan mengatakan bahwa 5 miliar dolar AS didasarkan pada taksiran pajak penghasilan dan pajak lain yang harus dibayar TikTok dalam beberapa tahun ke depan.

Kontroversi TikTok dimulai pada awal Juli 2020 lalu ketika Trump dengan alasan masalah keamanan nasional, berusaha melarang TikTok di AS kecuali jika operasinya di Amerika dijual ke perusahaan lokal.

Sementara itu, pejabat Tiongkok telah berulang kali menekankan posisi bahwa ByteDance tidak boleh dipaksa oleh AS. ByteDance juga mengungkapkan pada minggu lalu bahwa kesepakatan TikTok tersebut membutuhkan persetujuan dari otoritas Tiongkok dan AS.

Pada hari Jumat (18/9/2020), Departemen Perdagangan AS juga sempat mengumumkan perintah untuk menunda larangan toko aplikasi TikTok di AS selama seminggu hingga 27 September 2020.

Trump mengatakan kepada Fox News pada hari Senin (21/9/2020) bahwa kemitraan tersebut dapat menciptakan 25.000 pekerjaan di Texas. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan TikTok sebelumnya pada hari Sabtu bahwa mereka akan mempertahankan dan memperluas kantor pusat TikTok Global di AS dan menyediakan 25.000 pekerjaan di seluruh negeri.