Dubes Tiongkok untuk AS, Cui Tiankai - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Washington, Bolong.id - Beijing tidak ingin ketegangan dengan Washington meningkat lebih lanjut, setelah penutupan konsulat masing-masing di kedua negara selama beberapa minggu terakhir. Ungkapan ini disampaikan oleh duta besar Tiongkok untuk Amerika Serikat (AS)Cui Tiankai (崔天凯), Selasa (4/8/2020).
“Dua ekonomi teratas dunia harus bekerja untuk bekerjasama alih-alih saling berhadapan”, kata Dubes Cui Tiankai (崔天凯), dengan nada yang relatif bersahabat pada saat mengikuti forum virtual Security Aspen.
"Saya tidak berpikir Perang Dingin baru akan melayani kepentingan siapa pun… Mengapa kita harus membiarkan sejarah terulang... ketika kita dihadapkan dengan begitu banyak tantangan baru?" katanya, ketika menolak tuduhan AS terhadap markas mata-mata di Konsulat Jenderal Tiongkok di Houston yang ditutup oleh Washington pada bulan lalu.
Hubungan AS-Tiongkok terus memburuk pada tahun ini karena dihadapkan dengan berbagai masalah, termasuk penanganan Beijing terhadap pandemi COVID-19, masalah perusahaan telekomunikasi Tiongkok Huawei, klaim teritorial Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan, dan diterapkannya Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong.
Cui menolak tuduhan Washington bahwa Beijing menggunakan taktik intimidasi di Laut Tiongkok Selatan, ia kemudian menunjuk kegiatan militer AS di wilayah tersebut yang semakin intensif justru dapat meningkatkan risiko potensi konfrontasi.
Ketika ditanya soal aplikasi video pendek asal TikTok yang terancam akan dilarang oleh Presiden AS Donald Trump pada 15 September jika tidak dijual ke perusahaan lain di luar Tiongkok, Cui Tiankai (崔天凯) mengatakan tidak ada bukti bahwa perusahaan tersebut membagikan informasi dengan pemerintah Tiongkok.
Meskipun ada ketegangan, Cui menjelaskan jika Washington dan Beijing bergerak bersama dalam kesepakatan perdagangan fase satu, "Kedua tim ekonomi telah melakukan kontak satu sama lain di berbagai tingkatan… dan kami membuat kemajuan.” (*)
Advertisement