Lama Baca 4 Menit

Diplomat AS Tetap Berangkat ke Tiongkok di Tengah Konflik Penutupan Konsulat

24 July 2020, 10:18 WIB

Diplomat AS Tetap Berangkat ke Tiongkok di Tengah Konflik Penutupan Konsulat-Image-1

Diplomat AS Berangkat ke Tiongkok di Tengah Konflik Penutupan Konsulat - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Washington, Bolong.id - Sebuah penerbangan menuju Shanghai yang membawa para diplomat Amerika Serikat (AS), telah meninggalkan AS, saat Washington mendesak untuk memulai kembali misi diplomatiknya di Tiongkok. Hal ini terjadi selang sehari setelah perintah AS menutup konsulat Tiongkok di Houston.

Dilansir dari Reuters, penerbangan tersebut membawa sejumlah diplomat AS yang tidak disebutkan jumlahnya, meninggalkan Washington pada Rabu malam (22/7/2020). Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS pada tanggal 17 Juli 2020 mengatakan bahwa pihaknya tengah mengatur penerbangan carter ke Shanghai dari Bandara Internasional Dulles Washington, yang seharusnya berangkat pada hari Kamis (23/7/2020). Namun, penerbangan tersebut berangkat lebih awal dari jadwal yang sudah direncanakan. Selain itu, akan ada penerbangan ke Tianjin dan Beijing yang sedang dalam tahap perencanaan awal dan direncanakan akan berangkat pada 29 Juli 2020, sementara penerbangan lainnya ke Guangzhou masih belum ditentukan tanggal pastinya.

Amerika Serikat saat ini sedang berupaya untuk sepenuhnya memulihkan misi diplomatiknya di Tiongkok yang dipindahkan pada bulan Februari 2020, karena pandemi COVID-19. Sementara itu, prioritas diberikan untuk menyatukan kembali keluarga yang terpisah dan penempatan kembali kepala bagian atau bidang.

Penerbangan ke Shanghai tersebut tetap berjalan meskipun terdapat langkah dramatis yang diambil Washington untuk menutup Konsulat Jenderal Tiongkok di Houston karena tuduhan spionase. Di sisi lain, Tiongkok telah memperingatkan bahwa mereka akan menanggapi langkah AS yang dianggap telah merusak hubungan bilateral antar kedua negara tersebut. Dilansir dari laman South China Morning Post, Tiongkok mungkin akan menutup konsulat AS di Chengdu, sementara sebuah sumber lainnya mengatakan kepada Reuters pada hari Rabu (22/7/2020), bahwa kemungkinan Tiongkok sedang mempertimbangkan untuk menutup konsulat AS di Wuhan, di mana AS pernah menarik staf diplomatiknya saat awal merebaknya COVID-19.

Washington dan Beijing telah melakukan negosiasi selama berminggu-minggu mengenai persyaratan bagaimana mengembalikan diplomat AS di tengah ketidaksepakatan mengenai prosedur pengujian dan karantina COVID-19, frekuensi penerbangan, dan berapa banyak diplomat yang dapat dibawa kembali pada setiap penerbangannya. Sejauh ini, dua penerbangan telah dilakukan untuk mengembalikan sebagian kecil dari 1.200 diplomat AS dan keluarga mereka ke Tiongkok sejak negosiasi pengembalian tersebut menemui jalan buntu pada awal bulan Juli 2020. Hal tersebut membuat Departemen Luar Negeri AS menunda penerbangan sementara yang dijadwalkan pada 10 hari pertama di bulan Juli 2020.

Hubungan AS-Tiongkok terus memburuk pada tahun 2020 ini karena berbagai masalah, termasuk kritik AS terhadap penanganan pandemi COVID-19 di Tiongkok, perdagangan bilateral, tudingan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang, dan Undang-Undang Keamanan Baru untuk Hong Kong. (*)