Robot Pemadam Kebakaran - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Robot Pemadam Kebakaran - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Beijing, Bolong.id - Berdasarkan data yang dirilis oleh Biro Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kementerian Manajemen Darurat Tiongkok ( 中华人民共和国 应急 管理 部) pada April tahun ini, menyebutkan, sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok ( 中华人民共和国), sebanyak 636 orang petugas pemadam kebakaran telah gugur dalam tugas saat melakukan misi berbahaya. Oleh karena itu, untuk pertama kalinya pemerintah Tiongkok mengusulkan penggunaan robot pemadam kebakaran yang berfungsi membantu petugas dalam misi pemadaman kebakaran beresiko tinggi yang bisa saja merenggut nyawa manusia.
Menjawab usulan tersebut, maka dibentuklah satuan unit robot yang disebut "Blade Formation". Unit robot ini berdiri pada April 2020, terdiri dari tujuh robot pengintai dan pemadam kebakaran, dua pesawat tanpa awak untuk mendeteksi kebakaran dan satu kendaraan pengangkut. Untuk menyatukan tim, setidaknya membutuhkan biaya sebesar 20 juta yuan atau sekitar Rp41 miliar.
Tiongkok sendiri sebelumnya telah menggunakan robot dalam operasi pemadam kebakaran, akan tetapi Blade Formation adalah kali pertama negara tersebut memperkenalkan seluruh personel robot untuk mendukung respon darurat. Selasa, 26 Mei 2020 lalu menjadi debut pertama tim robot ini melakukan tugasnya dalam latihan yang dilaksanakan di Kota Tongliao ( 通辽市) di Daerah Otonomi Mongolia Dalam ( 内蒙古自治区), Tiongkok Utara.
Latihan penyelamatan yang merekayasa kebakaran akibat bahan kimia ini diadakan untuk menguji kemampuan pemadam kebakaran personel Blade Formation. Dalam skenario tersebut, kebakaran seolah olah terjadi karena tangki penyimpanan metanol memiliki suhu yang cukup tinggi dan berisiko terjadinya ledakan.
Dalam menjalankan aksinya, robot pemadam kebakaran menggunakan penglihatan 360 derajat dan sistem sensor inframerah untuk mendeteksi sumber api yang diarahkan untuk menargetkan mereka mengendalikan api. Robot ini juga memiliki beberapa fungsi lain seperti dapat mendeteksi dan menganalisis gas yang mudah terbakar, mengoleksi gambar dan suara, menghindari gangguan, dan menyelamatkan korban di tempat.
Karena itu, unit pemadam api nantinya akan ambil bagian dalam tugas-tugas beresiko tinggi yang bisa membahayakan nyawa petugas pemadam kebakaran. Termasuk, diandalkan untuk melakukan operasi di lokasi industri atau di ruang tertutup, seperti di lokasi bawah tanah, terowongan dalam atau sebuah bangunan ruang besar.
Sumber : cgtn.com
Advertisement