Lama Baca 3 Menit

Para Aktivis Berharap, Festival Daging Anjing 2020 Jadi yang Terakhir Kalinya

24 June 2020, 14:00 WIB

Para Aktivis Berharap, Festival Daging Anjing 2020 Jadi yang Terakhir Kalinya-Image-1

Festival Daging Anjing Tiongkok - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami


Beijing, Bolong.id – Festival Daging Anjing yang terkenal di Tiongkok, yang diadakan pada hari Rabu (17/6) akan tetap dilaksanakan, meskipun ada larangan dari pemerintah, yang belum lama ini menghimbau agar perdagangan satwa liar dan perlindungan hewan peliharaan diadakan, guna meningkatkan kesejahteraan hewan dan mengurangi risikonya terhadap kesehatan masyarakat. Sejumlah aktivis pecinta hewan pun berharap tahun ini menjadi yang terakhir kalinya festival ini diadakan. 

Di kota Yulin, Festival Daging Anjing merupakan festival tahunan yang diadakan selama 10 hari. Festival itu mampu menarik ribuan pengunjung, tetapi para pengunjung tetap festival ini mengatakan, jumlah pengunjung tahun ini berkurang. Festival tersebut diadakan tiap tahunnya, karena konsumsi daging anjing di Tiongkok memang bukah hal yang ilegal. Menurut Humane Society International (国际人道协会), sebuah kelompok pelindung hak hewan, ada sekitar 10 juta sampai 20 juta anjing dibunuh untuk dimakan setiap tahunnya di Tiongkok. Meskipun tidak ilegal, namun, banyak kelompok aktivis pelindung hak hewan telah melakukan protes dan berusaha untuk menghentikan penjualan daging anjing di festival tahunan itu. Pasalnya, para aktivis menggambarkan, bahwa selama festival daging anjing itu berlangsung, ribuan anjing telah dibunuh secara brutal dengan cara dipukul dan direbus secara hidup-hidup. Konon, para penjual daging anjing merasa kalau semakin anjing merasa takut, dagingnya akan semakin enak.

Peter Li (彼得李), spesialis kebijakan Tiongkok dengan Humane Society International (国际人道协会), mengatakan bahwa, izin pertemuan massal untuk berdagang dan mengonsumsi daging anjing di pasar yang ramai dan restoran akan menimbulkan risiko kesehatan masyarakat yang buruk. "Saya benar-benar berharap Yulin akan berubah, tidak hanya demi hewannya saja, tetapi juga demi kesehatan dan keselamatan rakyatnya sendiri," ujar Peter Li (彼得李), dilansir dari laman thejakartapost.com.

Pada bulan April 2020 lalu, Shenzhen menjadi kota pertama di Tiongkok yang melarang konsumsi daging anjing, dan kota-kota lain diperkirakan akan menyusul juga. Kementerian Pertanian Tiongkok juga memutuskan untuk mengklasifikasikan anjing sebagai hewan peliharaan, bukan hewan ternak untuk konsumsi, dan melarang konsumsi daging anjing ke depannya nanti. Meskipun masih belum jelas bagaimana klasifikasi ulang tersebut akan mempengaruhi perdagangan anjing di Yulin. Zhang Qianqian (张千千), seorang aktivis hak-hak hewan yang berada di Yulin pada hari Sabtu (20/6), mengatakan bahwa melarang festival daging anjing dan konsumsi daging anjing sepertinya masih sulit dan akan memakan waktu yang lama.