Seorang ahli pembuat tembikar di Taman Situs Arkeologi Nasional Yuyaochang di mana porselen dibuat dengan tangan. - Image from China Daily
Seorang pewaris warisan takbenda bekerja di Taman Situs Arkeologi Nasional Yuyaochang (Royal Kiln)- Image from China Daily
Jiangxi, Bolong.id - Dikenal sebagai ibu kota keramik Tiongkok, Jingdezhen di Provinsi Jiangxi dengan tungku pembakarannya yang berusia berabad-abad, bengkel dengan penerangan redup, dan pengrajin ahli, membangkitkan kenangan akan zaman kuno.
Namun, saat ini memadukan kerajinan tradisional dengan produksi otomatis dan desain inovatif, yang telah mengubah kota ini menjadi digdaya porselen modern.
Kawasan produksi tradisional telah ditingkatkan menjadi kawasan industri atau tempat seni keramik.
Beberapa kiln (tanur) tua dan bengkel telah diubah menjadi museum seni.
Metode penjualan telah dimodernisasi, dengan streaming langsung digunakan untuk langsung menjual porselen secara online dari bengkel atau pasar malam.
Kota ini juga menjadi magnet bagi seniman keramik mancanegara. Ryan LaBar datang ke Jingdezhen lima tahun lalu dari Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa ia mendapatkan inspirasi untuk karyanya dari pembicaraan dengan seniman lokal serta suasana artistik kota yang menginspirasi kreativitasnya. (*)
Seorang karyawan membersihkan piring di pabrik keramik modern di Jingdezhen - Image from China Daily
Seorang pekerja di perusahaan Xianyunju mengecat guci porselen - Image from China Daily
Seorang pengunjung memeriksa cangkir teh porselen di pasar malam di Jingdezhen. - Image from China Daily
Seorang turis mengunjungi ruang pamer Budaya Porselen Jingdezhen Xianyunju. - Image from China Daily
Karyawan Budaya Porselen Jingdezhen Xianyunju di Jingdezhen, Provinsi Jiangxi, menggunakan komputer untuk merancang pola barang pecah belah pada Agustus 2020. - Image from China Daily
Seorang wanita pengrajin mendemonstrasikan lukisan porselen tradisional di Taman Situs Arkeologi Nasional Yuyaochang di Jingdezhen - Image from China Daily
Advertisement