Lama Baca 2 Menit

O'Brien: Tiongkok Serang Siber Infrastruktur Pemilu AS

10 August 2020, 09:59 WIB

O'Brien: Tiongkok Serang Siber Infrastruktur Pemilu AS-Image-1

Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien - Image from Reuters

Washington DC, Bolong.id -  Peretas yang terkait dengan pemerintah Tiongkok, diduga meretas infrastruktur pemilihan AS menjelang Pilpres, November 2020, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Robert O'Brien mengatakan pada Minggu (9/8/20), itu menunjukkan level yang lebih kuat dari dugaan campur tangan Tiongkok.

Komentar O'Brien melampaui pernyataan yang dirilis pada Jumat (7/8/20) oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional yang mengatakan Tiongkok "telah memperluas upaya pengaruhnya," dan bahwa Rusia sudah mencoba untuk melemahkan kandidat Demokrat Joe Biden. 

Tetapi tidak secara khusus menuduh Beijing melakukan upaya peretasan terhadap sistem terkait pemilu AS.

"Mereka ingin melihat Presiden (Donald Trump) kalah," ujar O'Brien di CBS Face the Nation. “Tiongkok - seperti Rusia, seperti Iran - mereka telah terlibat dalam serangan dunia maya dan pengelabuan (phishing). Dan hal semacam itu sehubungan dengan infrastruktur pemilu kami, terkait dengan situs web dan semacamnya.”

Tiongkok secara konsisten membantah klaim pemerintah AS, bahwa mereka meretas perusahaan, politisi, atau lembaga pemerintah AS. 

"Pemilihan presiden AS adalah urusan internal mereka. Kami tidak tertarik ikut campur di dalamnya," ujar juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Geng Shuang (耿爽) pada April 2020.

Sebaliknya, O'Brien mengatakan, Amerika Serikat telah melihat para peretas mencoba menyusup ke situs web milik kantor Menteri Luar Negeri di seluruh negeri, yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pemilihan di tingkat lokal, serta mengumpulkan data mengenai orang Amerika.

“Ini adalah masalah yang nyata dan bukan hanya Rusia,” katanya. “Akan ada konsekuensi berat bagi negara mana pun yang mencoba untuk ikut campur dalam pemilihan umum yang bebas dan adil.” (*)